My Biosfer

-Perjalanan menuntut ilmu-

  • Breaking News

    Kamis, 23 November 2017

    Review Komik Pahlawan Islam Muhammad Al-Fatih: Perang Varna


    Review Komik Pahlawan Islam Muhammad Al-Fatih Perang Varna

    Judul : Muhammad Al-Fatih:Perang Varna
    Handri Satria
    Penyunting : Aminah Mustari
    Cetakan kelima, Mei 2017
    Penerbit: Salsabila, Pustaka Al-Kautsar Grup
    ISBN:978-602-1695-34-0


    Buku yang sangat apik dan pas banget untuk konsumsi anak-anak walaupun yang dewasa juga akan menyukai dan akan mudah mengerti tentang isi buku ini. Apalagi cocok sekali bagi orang yang tidak menyukai buku-buku sejarah yang halamannya setebal bantal..

    Buku Sejarah Islam  yang dkemas dalam bentuk komik pahlawan Islam.

     Dengan ilustrasi sketsa elegan  (pakai bahasa sendiri ..^^) sehingga menjadi ringan ketika membacanya.

    Buku dengan tebal 311 halaman, akan bisa dbabat habis hanya dengan sekali duduk selama satu jam jika yang membaca anak-anak.

    Hanya saja ada cetakan tulisan yang "mbayang" sehingga sulit untuk dibaca.

    Untuk intermezo review cukup ya...ayuklah kita meluncur ke isi bukunya.

    Berkata Abdullah bin Amru bin Ash, " Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, lalu Rasulullah SAW ditanya tentang kota manakah yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, Konstatinopel atau Roma. Maka Rasulullah SAW menjawab, ' Kota Heraklius terlebih dahulu', yakni Konstatinopel". ( HR. Ahmad)

    Buku ini menceritakan bagaimana Muhammad Al-Fatih lahir yang sebenarnya penyebutan nama Muhammad di lidah orang Turki adalah Mehmet. Maka begitulah Al-Fathih kecil dengan nama Mehmet.

    Mehmet mempunyai dua kakak laki-lak Ahmet dan Ali, ayah mereka, Sultan Murad sangat bahagia..

    Mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka berlatih memanah dan pedang. Apalagi Mehmet dia terus berlatih.

    Ibunda Mehmet menasehati Mehmet " jika kelak menjadi Sultan, pimpinlah rakyatmu dengan baik. Pimpinlah mereka dengan syariay Islam. Itulah dia kunci keadilan. Jangan pernah lepaskn syariat Islam". Begitulah nasehat ibunda mehmet yang memang Mehmet dekat dengan ibundanya. Dan Mehmet berjanji akan memimpin dengan syariat Islam dan menaklukkan Konstatinopel (hal.56)


    Mehmet dan kakaknya dikirim ke sebuah kota karena Ahmet telah tiada dan mneyisakan kepedihan di hati mereka. Kota Amasya, sebuah kota yang di mana setiap calon Sultan dilatih memimpin agar kelak mereka bisa menjadi sultan yang baik dan mengayomi rakyatnya.

    Dalam buku ini juga diceritakan sisi dari daratan Eropa Tengah, kerajaan Polandia, yang dipimpin oleh Wladyslaw II Jagiello, yang mempunyai putra sulung bernama Vladislaus pernikahnnya dengan Shopia Halshanya. Vladislaus yang memounyai cita-cita akan mengusir orang Turki dan akan mengalahkan mereka semua.

    Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana Mehmed bisa berjanji ingin menaklukkan Konstatinopel? Bagaimana Mehmet bisa menjadi seorang Sultan, padahal masih ada kakaknya Ali? Kenapa Sultan Murad memberikan tahtanya kepada Mehmet padahal beliau masih sehat bugar? Apakah dalam kepemimpinannya ada orang-oraag yang tidak setuju? Apakah Mehmet akan bertempur melawan orang Eropa?

    Yang sudah pernah baca buku sejarah tentang Al-Fathih...aah pasti sudah tahu jawabannya. Tapi baca buku ini tidak akan menyesal juga untuk membacanya juga. 

    Buku yang asik untuk dibaca.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Kesehatan

    Travelling