My Biosfer

-Perjalanan menuntut ilmu-

  • Breaking News

    Senin, 24 April 2017

    Kisah Gagak, Inilah Cara Allah Mengajari Manusia Menguburkan Mayat

    pixabay.com


    mybiosfer.info Putra Nabi Adam, Habil sedang beristirahat, berbaring di atas tanah setelah bekerja. Dan Akhirnya Habil pun tertidur karena kelelahan. Di langit ada gagak yang terbang kesana kemari dan melihat saudaranya Habil yaitu Qabil. Qabil sedang membawa tulang rahang keledai. Ia membawa tulang keledai itu kuat-kuat dengan penuh nafsu. Ada apa dengan Qabil? Apa yang akan dilakukan Qabil dengan tulang itu?




    Rupanya Qabil mencari Habil. Kedatangan Qabil mengagetkan Habil dan membuatnya terbangun.
    “Qabil, ada apa saudaraku?” tanya Habil tampak kaget
    “Kenapa engkau selalu mengambil apa yang aku inginkan?” Qabil balik bertanya.

    Qabil marah dengan Habil karena mengambil semua apa yang diinginkan Qabil, yaitu kasih sayang Ayah yaitu Nabi Adam as, Iqlima yang seharusnya menjadi istri Qabil. Padahal semua itu adalah kehendak Allah, agar Habil menikah dengan Iqlima.

    Dan akhirnya Qabil mengangkat tulang rahang keledai dan diayunkan ke kepala Habil, seketika itu Habil langsung roboh dan tidak sempat berteriak. Qabil terus menerus memukul Habil hingga akhirnya Habil meninggal. Qabil berhenti memukul dan ia tersadar bahwa ia membunuh saudaranya.

    Qabil tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mayat saudaranya. Qabil ketakutan jika ditinggal begitu saja akan dimakan binatang buas. Qabil terus berjalan dengan menggendong Habil yang sudah menjadi mayat.

    Tak begitu jauh, ada seekor burung gagak yang membawa gagak yang lain yang sudah mati. Gagak itu kemudian menaruhnya di dekatnya dan dia pun menggali tanah dengan cakar dan paruhnya. Gagak itupun menyeret sayap gagak yang mati dan dimasukan ke lubang yang digalinya dan kemudian menimbunnya dengan tanah. Gagak bersuara keras agar Qabil bisa melihat apa yang dilakukannya. Qabil melihat hal tersebut dan meniru gagak tersebut. Inilah cara Allah mengutus gagak untuk mengajarkan kepada manusia cara menguburkan mayat.



    Maka hawa nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi" (QS. Al Maidah 30)
    “Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, "Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal” (QS. Al Maidah 31)

    “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi” (QS. Al Maidah 32)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Kesehatan

    Travelling